Sabtu, 25 September 2010
MASJID SOKO TUNGGAL
Terletak di sebelah kiri (sisi Selatan) dari plaza (jalan masuk) yang menuju ke gapura depan Tamansari dan hingga kin masih dipergunakan untuk tempat beribadah umat Islam.
Keistimewaan dari masjid ini terletak pada soko guru (tiang penyangga utama) nya yang hanya berjumlah satu buah dan ditopang oleh batu penyangga lazimnya disebut Umpak, yang berasal dari zaman pemerintahan Sultan Agung Hanyokro Kusuno dari Kerajaan Mataram Islam.
Keistimewaan dari masjid ini terletak pada soko guru (tiang penyangga utama) nya yang hanya berjumlah satu buah dan ditopang oleh batu penyangga lazimnya disebut Umpak, yang berasal dari zaman pemerintahan Sultan Agung Hanyokro Kusuno dari Kerajaan Mataram Islam.
MASJID AGUNG JOGJA
Terletak di sebelah Barat Alun-alun Utara Yogyakarta yang hingga kini masih dipergunakan untuk tempat beribadah sehari-hari bagi umat Islam. Dihari-hari besar agama Islam, masjid ini dipergunakan sebagai tempat penyelenggaraan upacara-upacara resmi keagamaan Islam dari Kraton Yogyakarta.
Masjid Agung Yogyakarta memiliki gaya bangunan Jawa yang spesifik, utamanya dalam bentuk atapnya yang disamping unik juga indah menyerupai Masjid Agung Kadilangu yang dibangun oleh Sunan Kalojogo (salah seorang dari Waki Songo di kota antik Demak).
Masjid Agung Yogyakarta memiliki gaya bangunan Jawa yang spesifik, utamanya dalam bentuk atapnya yang disamping unik juga indah menyerupai Masjid Agung Kadilangu yang dibangun oleh Sunan Kalojogo (salah seorang dari Waki Songo di kota antik Demak).
GEDUNG AGUNG
Hampir di ujung Selatan jalan Malioboro, berdiri bangunan megah Gedung Agung, yang diantara tahun 1946 hingga 1949, tatkala Yogyakarta menjadi Ibu Kota Republik Indonesia, merupakan tempat Presiden RI yang pertama Ir. Soekarno. Pada jaman penjajahan Belanda, gedung ini merupakan kediaman Residen Belanda.
Saat ini Gedung Agung yang nampak anggun ini dipergunakan sebagai Wisma Negara dan tempat menerima tamu-tamu Agung yang berkunjung ke Daerah Istimewa Yogyakarta. Didalamnya terdapat diorama yang menggambarkan perjuangan Bangsa Indonesia melawan Tentara Belanda.
Pada setiap tanggal 17 dilaksanakan upacara Parade Senja yang dimulai pukul 15.00 WIb. Disamping itu Museum ini dibuka setiap hari pukul 08.00-15.00 WIB.
Saat ini Gedung Agung yang nampak anggun ini dipergunakan sebagai Wisma Negara dan tempat menerima tamu-tamu Agung yang berkunjung ke Daerah Istimewa Yogyakarta. Didalamnya terdapat diorama yang menggambarkan perjuangan Bangsa Indonesia melawan Tentara Belanda.
Pada setiap tanggal 17 dilaksanakan upacara Parade Senja yang dimulai pukul 15.00 WIb. Disamping itu Museum ini dibuka setiap hari pukul 08.00-15.00 WIB.
MONUMEN JOGJA KEMBALI
Museum / Monumen ini terletak di jalan Yogya-Magelang melalui lingkar Utara di desa Sariharjo, Ngaglik, Sleman. Museum ini dikelola oleh suatu Yayasan Para Pejuang antara tahun 1945-1950.
Di dalam museum / monument ini menyajikan rekaman, foto-foto dokumentasi paristiwa-peristiwa perjuangan, berbagai jenis senjata dan benda-benda lainnya (diorama) yang menggambarkan proses perjuangan Bangsa Indonesia kurun waktu 1945-1950.
Di samping itu juga berisi relief dan 10 diorama yang merupakan penggambaran adegan perjuangan bangsa Indonesia baik di bidang diplomasi maupun fisik.
Museum ini dibuka pada:
Hari Selasa s/d Minggu pukul 08.00-16.00 WIB
Di dalam museum / monument ini menyajikan rekaman, foto-foto dokumentasi paristiwa-peristiwa perjuangan, berbagai jenis senjata dan benda-benda lainnya (diorama) yang menggambarkan proses perjuangan Bangsa Indonesia kurun waktu 1945-1950.
Di samping itu juga berisi relief dan 10 diorama yang merupakan penggambaran adegan perjuangan bangsa Indonesia baik di bidang diplomasi maupun fisik.
Museum ini dibuka pada:
Hari Selasa s/d Minggu pukul 08.00-16.00 WIB
Rabu, 22 September 2010
MUSEUM DHARMA WIRATAMA TNI ANGKATAN DARAT
Dalam museum ini dapat disaksikan berbagai benda bersejarah yang pernah dipergunakan sejak periode 1945 hingga sekarang, di bawah pemerintah Orde Baru, terutama yang dengan perjuangan TNI Angkatan Darat.
Para pengunjung yang datang dalam rombongan yang cukup besar diharapkan untuk memberitahu dahulu sebelum hari kunjungannya, baik melalui surat resmi, secara lisan atau melalui telepon 586417.
Terletak di Jl. Jenderal Sudirman dan dapat dikunjungi pada dari:
Senin s/d Kamis : antara pukul 08.00-13.00
Jumat : tutup
Sabtu dan Minggu: antara pukul 08.00-12.00
Para pengunjung yang datang dalam rombongan yang cukup besar diharapkan untuk memberitahu dahulu sebelum hari kunjungannya, baik melalui surat resmi, secara lisan atau melalui telepon 586417.
Terletak di Jl. Jenderal Sudirman dan dapat dikunjungi pada dari:
Senin s/d Kamis : antara pukul 08.00-13.00
Jumat : tutup
Sabtu dan Minggu: antara pukul 08.00-12.00
MUSEUM SASMITALOKA JENDERAL SUDIRMAN
Museum in terletak di jalan Bintaran Yogyakarta dan merupakan bekas rumah kediaman Panglima Besar Jendral Sudirman, jendral pertama dalam angkatan Bersenjata Republik Indonesia. Dalam museum ini, para pengunjung dapat menyaksikan berbagai senjata api (diantaranya merupakan senjata api buatan sendiri) dan berbagai peralatan perang lain yang dipergunakan dalam revolusi phisik menghadapi musuh-musuh Negara.
Diantaranya benda-benda peninggalan Panglima Besar Sudirman, terdapat tandu (kursi yang dilengkapi dengan tangkai pemikul) yang setia membawa beliau selama bergerilya, dibuka tiap hari jam 08.00-14.00 WIB
Diantaranya benda-benda peninggalan Panglima Besar Sudirman, terdapat tandu (kursi yang dilengkapi dengan tangkai pemikul) yang setia membawa beliau selama bergerilya, dibuka tiap hari jam 08.00-14.00 WIB
Langganan:
Postingan (Atom)



















